Rabu, 08 Maret 2017

Sejarah Ekonomi Indonesia

         Setiap negara yang berdaulat dalam upaya untuk mensejahterakan rakyatnya harus mempunyai suatu identitas kebangsaan. Upaya peningkatan kesejahteraan umumnya dilakukan melalui peningkatan pertumbuhan ekonomi. Tanpa adanya kesepakatan tentang sistem ekonomi yang dianut, maka akan lebih terbuka kemungkinan terjadinya perselisihan pendapat mengenai kebijakan ekonomi yang patut ditempuh dalam mengatasi berbagai permasalahan ekonomi mendasar yang dihadapi suatu bangsa.
A.    Sejarah Perekonomian Indonesia Sebelum Kemerdekaan

         Dinamika perekonomian Indonesia pada masa sebelum penjajahan dimulai dari jaman pra-sejarah sampai dengan masuknya kolonialisme di Indonesia. Posisi geografis Indonesia berada pada pusat kerajaan dan berakibat keragaman corak aktivitas perekonomiannya. Daya tarik Indonesia akan sumber daya alam dan rempah-rempah membuat bangsa Eropa berbondong-bondong datang untuk menguasai Indonesia.
         Sebelum merdeka, Indonesia mengalami masa penjajahan yang terbagi dalam beberapa periode. Khususnya Belanda yang menjajah Indonesia selama 350 tahun. Belanda melimpahkan wewenangnya pada VOC. VOC pada saat itu dipimpin oleh Jenderal Pieterzoon Coen diberi hak octrooi, yang salah satunya adalah mencetak uang dan melakukan kebijakan perekonomian. Namun, pada tahun 1795 VOC dibubarkan karena dianggap gagal dalam mengeksploitasi kekayaan Indonesia.
         Bubarnya VOC, muncul kebijakan baru yang disebut cultuur stesel (tanam paksa). Sistem tanam paksa bertujuan untuk memproduksi berbagai komoditi yang memiliki permintaan di pasar dunia. Sistem ini merupakan pengganti sistem landrent yang memiliki sisi positi
f, yaitu masyarakat pribumi mulai mengenal tata cara menanam tanaman komoditas ekspor dan masuknya ekonomi uang pedesaan yang memicu meningkatnya taraf hidup. Namun, pada akhirnya sistem ini bukannya meningkatkan kesejahteraan pribumi, tetapi malah menambah penderitaan, terutama bagi para kuli kontrak yang tidak diperlakukan dengan layak. Akibatnya terjadi perombakan besar-besaran dalam struktur ekonomi masyarakat. Kesejahteraan merosot tajam dan terjadi bencana kekurangan pangan.

B.     Masa Orde Lama

1.      Masa pasca kemerdekaan
      Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk karena inflasi yang disebabkan oleh beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Namun, adanya blockade ekonomi oleh Belanda dengan menutup pintu perdagangan luar negeri mengakibatkan kekosongan kas Negara.
2.      Masa demokrasi liberal
      Pada masa ini, perekonomian di serahkan sepenuhnya pada pasar, padahal pengusaha pribumi masih belum mampu bersaing dengan pengusaha non-pribumi. Pada akhirnya hanya memperburuk kondisi perekonomian Indonesia.
3.      Masa demokrasi terpimpin
      Sebagai akibat dekrit presiden 5 Juli 1959, maka Indonesia menjalankan system demokrasi terpimpin dan struktur ekonomi Indonesia menjurus pada system etatisme (segalanya diatur pemerintah). Namun lagi-lagi system ini belum mampu memperbaiki keadaan ekonomi Indonesia.

C.    Masa Orde Baru
      Dikenal beberapa tahapan pembangunan yang menjadi agendanya. Orde baru mengawali rezimnya dengan menekankan pada prioritas stabilitas ekonomi dan politik. Pemerintah menerapkan kebijakan ekonomi yang baru melalui pendekatan demokrasi pancasila dan secara perlahan campur tangan pemerintah dalam perekonomian mulai masuk. Meskipun berhasil meningkatkan pertumbuhan ekonomi, tetapi secara fundamental pembangunan nasional sangat rapuh.

D.    Masa Reformasi

      Reformasi ditandai dengan BJ. Habibie yang diangkat menjadi presiden Indonesia. Hal ini disebabkan karena tidak mampunya Soeharto mengalami permasalahan ekonomi serta semakin mewabahnya KKN. Naiknya nilai tukar dollar secara tak tertahankan pada jaman orde baru, menyebabkan naiknya berbagai kebutuhan pokok Indonesia. Namun, secara perlahan nilai tukar dollar terhadap rupiah semakin menurun hingga saat ini.

ANALISIS
       Dari penjelasan diatas dapat diketahui Jendral Van den Bosch selaku Gubernur saat pemerintahan VOC memperoleh izin untuk menerapkan Sistem Tanam Paksa atau yang disebut dengan Cultuur Stelsel yang memiliki tujuan utama untuk menutupi defisit dari besarnya anggaran pemerintah serta untuk mengumpulkan kembali kas pemerintahan yang habis terpakai.
       Pada masa orde lama, setelah kemerdekaan hingga tahun 1965, perekonomian Indonesia memasuki era yang sangat sulit, karena bangsa Indonesia menghadapi gejolak sosial, politik dan keamanan yang sangat dahsyat, sehingga pertumbuhan ekonomi kurang diperhatikan. Kegiatan ekonomi masyarakat sangat minim, perusahaan-perusahaan besar saat itu merupakan perusahaan peninggalan penjajah yang mayoritas milik orang asing, dimana produk berorientasi pada ekspor. Kondisi stabilitas sosial- politik dan keamanan yang kurang stabil membuat perusahaan-perusahaan tersebut stagnan.
       Di awal Orde Baru, Suharto berusaha keras membenahi ekonomi Indonesia yang terpuruk, dan berhasil untuk beberapa lama. Kondisi ekonomi Indonesia ketika Pak Harto pertama memerintah adalah keadaan ekonomi dengan inflasi sangat tinggi, 650% setahun,” kata Emil Salim, mantan menteri pada pemerintahan Suharto.
       Pada masa krisis ekonomi di masa reformasi, ditandai dengan tumbangnya pemerintahan Orde Baru kemudian disusul dengan era Reformasi yang dimulai oleh pemerintahan Presiden Habibie. Pada masa ini tidak hanya hal ketatanegaraan yang mengalami perubahan, namun juga kebijakan ekonomi. Sehingga apa yang telah stabil dijalankan selama 32 tahun, terpaksa mengalami perubahan guna menyesuaikan dengan keadaan.
       Selama sepuluh tahun terakhir ini kapasitas dan kemampuan administrasi negara menunjukkan perbaikkan-perbaikkan. Tetapi perlu diakui pula bahwa sepuluh tahun pertumbuhan ekonomi ini belum dapat menghasilkan perbaikan tingkat hidup bagi sebagian penduduk. Hal ini tidak mengherankan, karena laju pertumbuhan yang sangat mengesankan, kalau dilihat secara total, belum berarti banyak bila dijabarkan kedalam perbaikan absolute dari konsumsi real perkapita.
         Perekonomian Indonesia sejak masa penjajahan hingga masa reformasi masih mengalami beberapa gejolak. Perekonomian Indonesia masih belum stabil. Hal itu dapat dilihat dari ;
·         Masih adanya kemiskinan
·         Pengangguran yang semakin banyak
·         Banyaknya para koruptor
·         Masih terjadi kesenjangan ekonomi
·         Masih mempunyai hutang keluar negeri
       Namun disamping itu semua, penjajahan bangsa Eropa di Indonesia juga terdapat dampak positif, yaitu terbangunnya infrastuktur yang baik, pemahaman masyarakat tentang bercocok tanam yang baik, dan lain sebagainya.

SUMBER

Jumat, 20 Januari 2017

Strategi Pemasaran Bisnis Online

Pada jaman sekarang yang serba modern kali ini, kata internet tidaklah asing lagi bagi masyarakat indonesia, bahkan sekarang sudah menjadi salah satu kebutuhan pokok. Bagi masyarakat urban di Indonesia, kegiatan sehari-hari mereka selalu berhubungan dengan internet, misalnya berinteraksi dengan orang lain di media sosial, membaca petunjuk jalan dengan Waze atau Google Maps, membaca berita di media online, transaksi online, dan masih banyak hal lainnya. Saya adalah salah satu orang yang akan merasa kesulitan ketika ‘lepas’ dari koneksi internet, mungkin Anda juga.
Nah, bila kita hubungkan dengan dunia bisnis, sudah terbukti bahwa kekuatan internet telah memberikan dampak yang luar biasa bagi pertumbuhan dan perkembangan bisnis di Indonesia. Banyak bisnis kecil yang berhasil memanfaatkan internet dengan baik sebagai media pemasaran mengalami pertumbuhan pesat, walaupun memang ada beberapa bisnis yang tidak mengalami hal serupa.
Pertanyaannya kemudian adalah, strategi pemasaran online seperti apa yang efektif dalam marketing online? Apakah Anda atau saya harus menjalankan semua jenis pemasaran online agar bisa memaksimalkan pertumbuhan bisnis?
Sebenarnya kita tidak perlu menjalankan semua strategi pemasaran online, karena ini akan sangat menyita waktu dan uang, dan tidak akan efektif. Namun, jika kita ingin membangun reputasi bisnis di internet dan juga ingin memberikan pelayanan lebih baik bagi pelanggan, maka ada 5 strategi pemasaran online standar yang wajib dilakukan oleh bisnis Anda. Berikut ulasannya.

1. Membangun Website/ Blog Bisnis
Menurut saya, memiliki sebuah website/ blog adalah salah satu hal yang sangat krusial bagi pebisnis saat ini. Jika Anda tidak memiliki website/ blog, maka bisnis Anda akan semakin tertinggal, atau bila tidak, kemungkinan besar bisnis Anda hanya akan ‘jalan di tempat’. Website/ blog adalah tempat di mana orang-orang bisa lebih mudah menjangkau dan menghubungi kita, sehingga kita akan memiliki kesempatan lebih baik dalam membangun leads dan pelanggan baru. Dengan keberadaan website maka pelanggan lama juga bisa lebih mengenal, dan lebih percaya pada bisnis Anda karena reputasi online yang sudah Anda bangun. Bayangkan bila seorang calon pelanggan mengetahui bahwa bisnis Anda tidak punya website. Kemungkinan besar dia tidak akan menanggapi penawaran bisnis Anda secara serius karena tidak mengikuti trend modern. Ingin sukses berbisnis di era teknologi seperti sekarang ini tapi tidak mau membangun website? Sulit bro!

2. Membuat Akun Social Media Untuk Bisnis Anda

Selain memiliki website/ blog untuk bisnis, membangun akun media sosial untuk bisnis juga merupakan sesuatu yang sangat penting lho. Ini bukan tentang berapa banyak akun media sosial yang Anda miliki, bukan juga tentang seberapa sering Anda posting di media sosial. Tapi lebih kepada seberapa baik kualitas profile akun media sosial Anda. Menurut pengalaman saya, beberapa platform media sosial yang ‘wajib’ Anda gunakan untuk kepentingan bisnis adalah Facebook, Twitter, Google Plus, dan Instagram. Profile media sosial ini bisa sebagai upaya untuk menunjukkan bahwa bisnis Anda ‘dekat’ dengan dunia modern. Selain itu, memiliki akun media sosial untuk bisnis akan membuat bisnis Anda dikenal lebih banyak orang, khususnya para pengguna media sosial.
3. Ulasan Mengenai Website Bisnis Anda di Internet

Ulasan singkat mengenai bisnis Anda di Internet ternyata bisa menjadi sebuah keuntungan besar. Ada beberapa website direktori yang sering dijadikan rujukan oleh para pengguna internet ketika mereka mencari informasi. Misalnya website Tripadvisor.co.id, website ini seringkali menjadi rujukan para traveler yang ingin mencari hotel atau tempat penginapan saat mereka ingin berlibur. Bila Anda memiliki bisnis yang berhubungan dengan traveling (hotel/ penginapan, restoran, obyek wisata, bisnis cinderamata, dan lainnya), maka ulasan mengenai bisnis Anda di website ini akan menjadi promosi gratis yang bisa membuat bisnis Anda lebih terkenal.
Selain menggunakan website pihak ketiga seperti Tripadvisor, kita juga bisa memanfaatkan ulasan bisnis di website/ blog lain yang cukup populer. Misalnya Anda punya bisnis waralaba yang ingin dipasarkan, Anda bisa memanfaatkan promosi di portal bisnis waralaba yang cukup populer seperti Waralabaku.com, Ayowaralaba, Waralaba.com, dan lain-lain.
Meminta bantuan blogger untuk mengulas bisnis kita juga merupakan hal yang baik. Ulasan dari para blogger dapat meningkatkan reputasi web bisnis Anda, baik dari sisi branding maupun dari sisi SEO (search engine optimization). Namun, perlu juga kita perhatikan niche dan kualitas blog yang ingin kita minta bantuan. Pastikan niche blogger tersebut masih berhubungan dengan niche web bisnis Anda, misalnya bisnis Anda berhubungan dengan traveling, maka sebaiknya meminta bantuan dari travel blogger atau blog yang membahas tentang traveling.
4. Update Website/ Blog Secara Berkala

Memiliki website/ blog dan akun media sosial untuk bisnis bukan berarti tugas Anda sudah selesai. Ketika dibutuhkan, Anda harus berupaya untuk selalu memberikan update di website tersebut. Sebagai contoh, misalnya ada perubahan harga, perubahan layanan, atau bahkan penawaran baru di bisnis Anda, tentunya pelanggan Anda harus mengetahui hal ini.
Selain itu, untuk menjaga atau meningkatkan reputasi website bisnis di internet, Anda juga bisa memberikan tips-tips atau informasi penting berupa artikel atau video yang bisa membantu orang lain menyelesaikan masalahnya. Masyarakat urban biasanya mencari informasi di Google ketika membutuhkan bantuan untuk masalah mereka. Nah, konten Anda tersebut bisa saja sangat berharga bagi orang lain karena sudah membantu mengatasi masalah mereka, dan bukan tidak mungkin mereka akan menjadi pelanggan Anda berikutnya. Jadi, update website/ blog itu sangat penting ya.
5. Informasi Kontak Bisnis Anda

Ada banyak alasan mengapa Anda perlu mencantumkan informasi kontak bisnis Anda di website bisnis atau di akun sosial media. Namun, alasan terpenting mengapa Anda harus mencantumkan informasi ini di website Anda adalah agar calon pelanggan potensial Anda mudah menghubungi. Beberapa informasi kontak yang wajib Anda cantumkan di website adalah alamat email dan nomor telepon (fix line atau hp). Jika dibutuhkan, mungkin Anda juga perlu menambahkan fasilitas live chat di website Anda. Dengan memberikan informasi mengenai bisnis Anda, maka pelanggan setia akan lebih mudah menjangkau dan membeli produk Anda. Selain itu, memberikan informasi kontak bisnis yang akurat kepada audiens akan menunjukkan bahwa Anda adalah seorang pebisnis yang profesional.
Sumber :

Bisnis Offline


Ada banyak sekali peluang bisnis modal kecil yang bisa dikerjakan dari rumah. Kita dapat melakukan semua proses menjalankan bisnis dengan baik tanpa harus menyewa tempat. Walaupun begitu kita harus mempertimbangkan market yang ada di sekitar kita, apakah akan ada orang yang membutuhkan produk yang kita jual di sana? Berikut ini adalah beberapa jenis usaha rumahan dengan modal kecil yang bisa kita kerjakan:
1. Membuka jasa menjahit
Banyak orang yang ingin menjahitkan pakaiannya dengan model dan ukuran tertentu, nah mereka ini pasti selalu mencari jasa menjahit pakaian untuk mereka. Bisnis ini sangat cocok untuk orang yang memiliki minat pada fashion, tentunya Anda harus memiliki kemampuan dalam menjahit dan mendesain pakaian.
2. Bisnis Kuliner
Kalau Anda memiliki resep makanan yang unik atau bisa membuat snack yang digemari banyak orang, maka Anda harus mempertimbangkan bisnis ini. Usaha ini sangat cocok untuk orang yang menyukai tentang kuliner. Tidak sedikit orang yang berhasil menjalankan bisnis makanan, bahkan bisnisnya semakin berkembang dan membuka cabang di tempat lain.
3. Menjual pulsa elektrik
Memulai bisnis jual pulsa saat ini sangat mudah hanya dengan modal Rp 100.000 – Rp 300.000 kita sudah bisa mulai menjalankan bisnis ini, cocok dikerjakan dimana saja dan siapa saja. Bila Anda adalah seseorang yang aktif dalam sebuah network, organisasi dimana anggotanya cukup banyak, atau anak kuliahan, maka bisnis jual pulsa bisa sangat menguntungkan lho karena kita bisa menjualnya pada teman-teman yang berada di network, organisasi, kampus.
4. Membuka les private
Bila kita memiliki kemampuan dalam bidang tertentu, misalnya; gitar, bahasa Inggris, computer, dan lain-lain, kita bisa memberikan les private di rumah atau bisa juga dilakukan di tempat lain tergantung kondisi yang ada.
5. Membuka warung atau toko sembako
Bisnis ini sudah banyak yang mengerjakannya karena itu kita sebaiknya melihat tingkat persaingan yang ada, lokasi, dan juga modal yang kita miliki.
6. Bisnis Jasa design, editing foto, dan percetakan
Tentunya kita harus memiliki kemampuan dalam menggunakan software editing foto, seperti: CorelDraw, Photoshop, dan lainnya. Untuk membuka sebuah usaha percetakan digital atau digital printing, Anda tidak harus punya modal yang sangat besar. Kita bisa bermitra dengan pengusaha percetakan digital yang sudah berjalan, misalnya seperti Wanabi Print.
7. Membuka jasa laundry
Bisnis laundry akan sangat laris bila berlokasi di dekat kampus, kost-kostan. Kalau kita perhatikan bisnis laundry ini semakin banyak dan semakin bermacam-macam layanannya, bahkan ada yang menawarkan untuk menjemput pakaian yang akan di-laundry. Bila Anda merasa bisnis ini cocok dengan Anda maka sebaiknya Anda segera melakukannya karena bisnis ini akan selalu dicari oleh banyak orang.
Sumber :

Rabu, 16 November 2016

Sahabat?

         Sahabat? Apasih arti dari sebuah persahabatan? Ada yang bilang sahabat itu adalah teman yang benar-benar dekat sampai tahu hal-hal kecil tentang kita. Ada juga yang bilang sahabat itu kalau kemana-mana selalu bareng. Tetapi salah satu sahabat saya bilang, sahabat itu adalah teman dalam suka dan duka, tapi tahu batas dimana suatu saat ketika temen dapat masalah, kita harus membiarkan dia mengatasi masalahnya sendiri agar teman tersebut tumbuh lebih matang dan mandiri. Terkadang saya dengan enteng menyebut "dia sahabat saya", tapi ketika ditanya ini itu tentang sahabat saya yang berhubungan dengan keluarga, pendidikan, dll saya bingung untuk menjawabnya. Dari situ saya berpikir, apa saya pantas disebut sahabat? karena saya menganggap sahabat adalah orang yang bisa melihat kita dari hati ke hati, bukan karena fisik, materi, latar belakang, pendidikan, dll. Karena itu saya memang jarang menanyakan hal-hal privacy ke sahabat-sahabat saya. Saya lebih sebagai pemberi masukan dan penerima keluh kesah sahabat-sahabat saya. Bukan saya orang yang tidak peduli dan tidak mau tahu, tapi menurut saya persahabatan bukan dinilai dari sedalam apa kita tahu mengenai orang tersebut, melainkan sedalam apa kita memahami orang tersebut.

Program CSR yang dilakukan PT. PLN

        PLN telah berkomitmen "menjadikan tenaga listrik sebagai media untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat, mengupayakan tenaga listrik menjadi pendorong kegiatan ekonomi dan menjalankan kegiatan usaha yang berwawasan lingkungan", PLN bertekad menyelaraskan pengembangan ketiga aspek dalam penyediaan listrik, yaitu ekonomi, sosial, dan lingkungan. Untuk itu, PLN mengembangkan Program Corporate Social Responsibility (CSR) sebagai wujud nyata dari tanggung jawab sosial perusahaan wewenang dan tanggung jawab Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) dan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) PT. PLN (Persero), diantaranya: 

  • Menyusun dan melaksanakan kebijakan pemberdayaan masyarakat dilingkungan perusahaan sebagai bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan dan CSR dengan lingkup kegiatan Community relation, Community services, Community Empowering dan Pelestarian alam. 
  • Menyusun dan melaksanakan program kepedulian sosial perusahaan.
  • Menyusun dan melaksanakan program kemitraan sosial dan bina UKM dan peningkatan citra perusahaan. 
  • Memastikan tersedianya dan terlaksananya program pelestarian alam termasuk penghijauan dan upaya pengembangan citra perusahaan sesuai dengan prinsip Good Corporate Governance.

Pelaksanaan Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan (CSR) : 

a. Community Relation 
    Kegiatan ini menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait. Beberapa Kegiatan yang dilakukan PLN antara lain, melaksanakan sosialisasi instalasi listrik, contohnya melalui penerangan kepada pelajar SMA di Jawa Barat tentang SUTT/ SUTET dan melaksanakan sosialisasi bahaya layang-layang di daerah Sumenep, Pulau Madura, Jawa Timur.
b. Community Services 
    Program bantuan dalam kegiatan ini berkaitan dengan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Kegiatan yang dilakukan selama tahun 2011, antara lain memberikan : 
  • Bantuan bencana alam 
  • Bantuan peningkatan kesehatan disekitar instalasi PLN
  • Bantuan sarana umum pemasangan turap untuk warga pedesaan
  • Bantuan perbaikan sarana ibadah 
  • Operasi katarak gratis 
  • Bantuan sarana air bersih

c. Community Empowering 
    Kegiatan ini terdiri dari program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya kegiatan yang dilakukan, antara lain : 
  • Bantuan produksi dan pengembangan pakan ikan alternatif di sekitar SUTET
  • Bantuan alat pertanian kepada kelompok tani 
  • Bantuan pengembangan budidaya pertanian pepaya organik untuk komunitas disekitar Gunung Merapi Yogyakarta
  • Bantuan pengembangan pola tanam padi SRI produktivitas tinggi 
  • Bantuan pelatihan pengembangan budidaya tanaman organik di sekitar instalasi PLN 
  • Pemberdayaan anggota PKK Asemrowo, Surabaya 
  • Program budi daya jamur tiram masyarakat Desa Umbul Metro, Lampung
  • Bantuan pelatihan budidaya rumput lain di Kalimantan Timur
  • Bantuan pelatihan kelompok tani tambak ikan tawar Danau Sentani,Papua
  • Pelatihan manajemen UKM dan kiat-kiat pengembangan UKM di Papua 
  • Pelatihan manajemen pemasaran dan keuangan bagi pengrajin souvenir khas Papua
  • Penyuluhan pertanian untuk petani di Genyem, Papua 
  • Pemberian bibit coklat masyarakat dibawah ROW P3B Sumatera

Ulasan : 

Setiap perusahaan memiliki bentuk CSR yang berbeda-beda, tergantung dari kompetensi perusahaan serta kebutuhan masyarakat di sekitarnya. Untuk melaksanakan CSR perusahaan harus mengakui bahwa permasalahan masyarakat adalah milik mereka juga. Tidak hanya itu, perusahaan juga harus bersedia menanganinya. Itu dasarnya untuk melaksanakan CSR. Jadi, hanya dengan mengakui masalah apa yang ada dimasyarakat dan itu menjadi bagian mereka, maka CSR lebih mudah dilakukan. Sebab suatu rencana strategis di belakang program-program CSR bisa jadi akan memberi konstribusi bagi pengurangan kemiskinan dan ketidakadilan sosial di Indonesia. 

Analisis : 

Menurut pendapat saya, keputusan manajemen perusahaan untuk melaksanakan program CSR merupakan keputusan yang rasional. Melalui CSR, kesejahteraan dan kehidupan sosial ekonomi masyarakat lokal maupun masyarakat luas akan jauh lebih terjamin. Kondisi ini juga akan menjamin kelancaran seluruh proses atau aktivitas produksi perusahaan serta pemasaran hasil-hasil produksi perusahaan. Sedangkan, terjaganya kelestarian lingkungan dan alam menjamin ketersediaan pasokan bahan baku produksi yang diambil dari alam.

Sumber : 

http://www.pln.co.id/2011/03/csr/
http://desiwajarningtias.blogspot.co.id/2014/11/contoh-perusahaan-yang-melakukan-csr.html

Jumat, 07 Oktober 2016

Artikel Pengantar Bisnis

Nama : Fella Rahmawati
NPM : 22216779
Kelas : 1EB04
Dosen : Titi Ayem Lestari


A. Pengertian Bisnis

    Bisnis adalah suatu organisasi yang menjual suatu barang atau jasa kepada konsumen ataupun pelaku bisnis lainnya, dimana tujuannya yaitu untuk mendapatkan keuntungan yang sebesar besarnya. Secara lebih luas, bisnis adalah kegiatan yang dilakukan seseorang atau kelompok orang yang dapat menciptakan nilai melalui penciptaan barang dan jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan mendapatkan keuntungan maksimum melalui sebuah transaksi.


B. Tujuan Bisnis 

     Tujuan bisnis adalah mencari keuntungan, bisnis merupakan suatu kegiatan ekonomis dimana terdapat kegiatan tukar-menukar, jual beli, memproduksi, dan memasarkan, serta interaksi manusia lainnya. Kerap menguraikan pandangan ideal motif berbisnis, bisnis adalah kegiatan untuk memproduksi, menjual, dan membeli barang, serta jasa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Jadi, tujuan utama berbisnis bukanlah mencari keuntungan, melainkan melayani kepentingan masyarakat. Keuntungan adalah simbol kepercayaan masyarakat atas kegiatan bisnis yang dilakukan.


C. Pelaku Bisnis 

    Kalangan ekonomi menetapkan bahwa pelaku ekonomi bersama dengan pelaku usaha, terdiri dari 3 kelompok besar, yaitu : 

a. Kelompok penyedia dana (investor), yaitu pihak yang melakukan pembelian atau penjualan efek bursa efek. 
b. Kelompok pengedar barang atau jasa (produsen), yaitu seorang atau kelompok orang maupun badan usaha membuat suatu usaha yang menghasilkan output dalam bentuk barang maupun jasa. 
c. Kelompok pengedar barang atau jasa (distributor), yaitu suatu proses penyampaian barang atau jasa dari produsen ke konsumen dan para pemakai sewaktu dan dimana barang atau jasa tersebut diperlukan.


D. Kegiatan Bisnis 

    Kegiatan bisnis sebagai sebuah organisasi adalah :
1. Produksi, yaitu penciptaan barang dan jasa 
2. Keuangan, yaitu kegiatan mencari dana yang dibutuhkan untuk melaksanakan dagang.
3. Pemasaran, yaitu kegiatan untuk menginformasikan barang dan jasa, serta mengidentifikasikan kegiatan konsumen.
4. Pengelola sumber daya manusia (SDM), yaitu kegiatan mencari kerja dan meningkatkan kemampuannya 


E. Bentuk Dasar Kepemilikan Bisnis 

    Meskipun bentuk kepemilikan bisnis berbeda-beda pada setiap negara, ada beberapa bentuk yang dianggap umum : 

1. Perusahaan perseorangan : perusahaan perseorangan adalah bisnis yang kepemilikannya di pegang oleh satu orang. Pemilik perusahaan perseorangan memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Artinya, apabila bisnis mengalami kerugian, pemiliklah yang harus menanggung seluruh kerugian itu.
2. Persekutuan : persekutuan adalah bentuk bisnis dimana dua orang atau lebih bekerja sama mengoperasikan perusahaan untuk mendapatkan profit. Sama seperti perusahaan perseorangan, pemilik memiliki tanggung jawab tak terbatas atas harta perusahaan. Persekutuan dapat dikelompokkan menjadi persekutuan komanditer dan firma.
3. Perseroan : perseroan adalah bisnis yang kepemilikannya dipegang oleh beberapa orang dan diawasi oleh dewan direktur. Setiap pemilik memiliki tanggung jawab terbatas atas harta perusahaan.


F. Jenis-jenis Bisnis

    Bisnis juga dapat dibedakan berdasarkan atas jenis kegiatannya. Berdasarkan jenis kegiatannya bisnis dibedakan menjadi 4 macam, yaitu : 

1. Bisnis ekstraktif adalah bisnis yang bergerak dalam jenis kegiatan pertambangan atas menggali barang-barang tambang yang terkandung dalam perut bumi. Contoh : pabrik semen, tembaga, minyak, gas bumi, dll
2. Bisnis Agraris adalah bisnis yang bergerak di bidang pertanian. Contoh : perkebunan 
3. Bisnis Industri adalah bisnis yang bergerak dibidang manufacturing. Contoh : industri tekstil garmen, mebel, pesawat terbang, mobil, sepeda, dll
4. Bisnis Jasa adalah bisnis yang bergerak dalam bidang jasa yang menghasilkan produk-produk yang tidak berwujud seperti jasa pendidikan, kecantikan, perbankan, kesehatan, dll


G. Mengapa Belajar Bisni

     Sekarang ini banyak sekali orang yang berkeinginan belajar apa itu bisnis. Bukan hanya para ekonom, pengusaha, dll yang ingin mempelajari bisnis akan tetapi benyak para mahasiswa yang ingin belajar tentang bisnis. 

Adapun beberapa alasan kenapa banyak orang ingin mempelajari bisnis, diantaranya adalah : 
1. Karir di masa depan 
2. Membuka bisnis sendiri atau berwiraswasta 
3. Pengendalian masalah-masalah social 

H. Daftar Pustaka 
   
     http://ariefsz.blogspot.com/2011/04/pengertian-dari-produsen.html
     http://dansite.wordpress.com/2009/03/25/pengertian-distribusi/
     http://www.referensimakalah.com/2013/06/definisi-tujuan-dan-fungsi-bisnis.html
     http://rikanovianna.wordpress.com/2012/10/25/tugas-pengantar-bisnis-bab-1-pengertian-dan-ruang-      lingkup-bisnis/

Contoh Iklan Yang Melanggar Etika

Nama : Fella Rahmawati 
NPM : 22216779
Kelas : 1EB04
Dosen : Titi Ayem Lestari


           Salah satu topik dari etika bisnis yang menjadi sorotan sampai sekarang, yaitu mengenai iklan. Sudah diketahui zaman saat ini adalah zaman era-modernisasi. Iklan memainkan peran yang sangat penting untuk menyampaikan informasi tentang suatu produk kepada masyarakat. Karena kecenderungan yang berlebihan untuk menarik konsumen agar membeli produk tertentu dengan memberi kesan dan pesan yang berlebihan untuk menarik konsumen agar memberi kesan dan pesan yang berlebihan tanpa memperhatikan berbagai norma dan nilai moral, iklan sering menyebabkan citra bisnis tercemar sebagai kegiatan tipu menipu. Pada kesempatan ini saya akan membahas beberapa iklan yang melanggar etika bisnis.

1.     Provider X



      Menurut saya iklan ini telah melanggar etika periklanan di Indonesia, karena menggunakan kata-kata yang berlebihan. Pemakaian kata “Gratis” atau kata lain yang bermakna sama tidak boleh dicantumkan dalam iklan bila kenyataannya konsumen harus membayar biaya lain. Biaya yang dikenakan kepada konsumen juga harus dicantumkan dengan jelas. “Gratis sampe ribuan kale” pemakaian kata ini mungkin bisa dijadikan jargon untuk menarik perhatian dan minat konsumen akan tetapi, harusnya bisa menggunakan kata-kata yang lebih tepat. Sehingga tidak menimbulkan salah persepsi khalayak yang menjadi target pasarnya. Misalnya jika ada biaya tambahan yang dikenakan kepada konsumen. Maka juga harus dicantumkan dengan jelas berapa biaya tambahan tersebut. Didalam pembuatan iklan, baik iklan media cetak maupun media elektronik, harusnya tetap memperhatikan kaidah-kaidah beserta tata karma dalam beriklan yang telah diatur oleh EPI (Etika Pariwara Indonesia). Karena suatu iklan bisa dengan mudah mempengaruhi orang yang melihatnya.

2.     Provider Z



        Menurut saya iklan ini telah melanggar etika bisnis periklanan karena menggunakan kata-kata yang berlebihan. “Mana ada yang lebih murah. Beli kartu Z” pemakaian kata ini mungkin bisa mempengaruhi konsumen agar membeli provider ini. Tetapi, pada kenyataannya banyak yang lebih murah dari provider tersebut. Seharusnya bisa menggunakan kata-kata yang lebih sesuai agar tidak menimbulkan salah persepsi.


3.     Provider Y



        Persaingan sengit antara para penyedia layanan kartu seluler tampaknya sudah memasuki suatu dimensi baru. Perang tarif dan perang ikon menjadi menjadi sesuatu yang lumrah , dan lagi-lagi masyarakat yang menjadi tujuan peperangan tersebut. Fren, salah satu penyedia layanan kartu seluler beberapa waktu lalu mengeluarkan sebuah iklan yang menampilkan seorang wanita hanya mengenakan daun dan ditemani beberapa pria yang juga hanya mengenakan daun. Dalam iklan tersebut ada 2 hal yang menjadi  bahan perdebatan. Pertama, iklan ini menempatkan seorang wanita muda hanya mengenakan daun dibelakangnya. Iklan ini jelas termasuk iklan yang mengeksploitasi seksual. Kedua, slogan dari iklan ini “Nelpon pake fren bayarnya pake daun” sementara daun bukan alat pembayaran yang sah. Penggunaan kata-kata yang berlebihan dan tak pantas yang seharusnya dapat dirubah menjadi bahasa yang lebih baik.


Pendapat :

          Menurut pendapat saya, kita sebagai konsumen harus lebih teliti lagi dalam memilah sesuatu. Jangan mudah tergiur hanya dengan kata-kata manis yang digunakan sebagai jargon sebuah iklan.


Saran :

          Seharusnya, iklan-iklan ini lebih memilah kata-kata sebagai jargon yang lebih baik lagi. Karena akan menimbulkan salah persepsi bagi masyarakat yang melihatnya. Dalam pembuatan iklan juga harus lebih memperhatikan tata karma serta kode etik periklanan. Seharusnya masing-masing provider lebih professional dalam menjalankan bisnisnya, bukan hanya mencari keuntungan semata.  


Kesimpulan :

          Dalam kasus ini, iklan-iklan antar produk kartu seluler di Indonesia kerap saling sindir dan merendahkan produk saingannya untuk menjadi provider yang terbaik di Indonesia. Banyak diantara konsumen, belum menyadari akan pengaruh iklan yang ditayangkan oleh berbagai media. Pengaruh negatif bahkan pelanggaran dalam kode etik periklanan sangat banyak ditemukan dalam beberapa tayangan iklan, salah satunya seperti yang telah diuraikan diatas. Masyarakat harus lebih hati-hati sebagai konsumen.


Daftar Pustaka :




7 TEKNIK AUDIT

Fella Rahmawati (22216779) 4EB06 Vclass Minggu 12 AFAI  7 Teknik Audit :  Memeriksa Fisik (Physical examination) Memeriksa fisi...